Hasil komparasi TVS Apache RTR 200 4V dan Kawasaki Bajaj Pulsar 200NS berdasarkan Otomotifnet

image

Halloo…..mas Bro,.seperti yan kita ketahui diawal tahun 2016 ini Kawasaki Bajaj Pulsar 200NS akhirnya memilik rival yang sekelas, yaitu TVS Apache RTR 200 4V. Dimulai dari mengusung segment yang sama, asal muasalnya pun sama-sama dari India, isi silinder juga sama 200 cc. So….. keduanya benar-benar head to head, makanya berdasarkan otomotifnet.con kedua dikomparasikan untuk melihat apa saja keunggulan dan kekurangan serta persamaannya. Pasti pada penasarankan??….
Oke mas Bro….mari saya coba jabarkan satu persatu dimulai dari sisi desain. Kenapa desain duluan??….karena konsumen Indonesia itu melihat dari desainnya dulu baru urusan performa dan harha nomer selanjutnya. Blia melihat secara sekilas kedua motor ini mempunyai desain yang kurang lebih mirip, menampilkan sosok yang kekar. Secara keseluruhan desain yang disuguhkan oleh Kawasaki Bajaj Pulsar 200NS lebih enak dilihat, dimana garis bodi yang konsisten meruncing ke belakang. Sedangkan desain yang ditawarkan oleh Apache kesannya kaku dan lekukannya tak konsisten. Namun dengan adanya undercowl sisi bawah Apache jadi tampak lebih berisi. Kemudian yang jadi daya tarik lainnya ada di tangki, karena lubang tidak di tengah, desain asimetris ala Suzuki Bandit lawas.
Lanjut ke sektor berikutnya mas bro…
Karakter mesin Apache 200 khas overbore dimana jantung pacunya dijejali dengan piston diameter 66 mm dan stroke 57,8 mm, kemudian rasio kompresi disetel pada 9,7:1 meski begitu betotan gas sejak rpm rendah akselerasi sudah cukup responsif halus dan tidak menghentak. Apalagi getaran sangat minim, mesinnya halus banget. Sehingga diajak turing pun motor ini terasa nyaman.

image

Sedangkan Kawasaki Bajaj Pulsar 200NS malah lebih overbore lagi, lihat saja dapurpacunya disesaki dengan piston diameter 72 mm dan stroke 49 mm. Ditambah rasio kompresinya yang mencapai 11:1, efeknya mesin mampu berkitir lebih tinggi. Cuman pada putaran bawahnya tidak terlalu responsif mungkin malah rada lemot dikit, baru setelah menyentuh 5.000 rpm respon akselerasinya sangat cepat hingga tak terasa kepentok limiter.
Kurang afdol jika perbandingan performa tak dilakukan pengukuran pakai dynotest, diukur menggunakan Dynojet 250i milik Sportisi Motorsport di Rawamangun, Jaktim. TVS Apache 200 torehan tenaga maksimal yang didapat tercatat 17,55 dk @8.700 rpm dan torsi sebesar 15,58 Nm @7.000 rpm. Sementara Pulsar torehan tenaga yang didapat sebesar 19,99 dk @10.000 rpm dan torsi sebesar 15,53 Nm @8.700 rpm.

image

Kemudian dilakukan pengetesan akselerasi menggunakan alat yang namanya Racelogic tercatat kecepatan 100 km/jam Apache perlu waktu 11,7 detik, sedang Pulsar hanya 10,1 detik. Sedangkan jarak 201 meter Apache ditempuh dalam waktu 11,3 detik, untuk menempuh waktu Pulsar 10,8 detik saja. Sementara itu untuk top speed saat test ride di spido Apache tembus 137 km/jam, sementara Pulsar 133 km/jam.
Dari sisi harga…..ini nich yang bakal jadi pertimbangan berikutnya, dibanderol dengan kisaran harga 24 jutaan mas Bro Tinggal pilih, mau yang nyaman dikendarai dan irit dengan sistem injeksi, ya silahkan pilih TVS Apache RTR 200 4V, atau pengen yang performa bengis dengan transmisi 6 percepatan berpendingin radiator.
sedikit membahas fitur apa saja yang dibenamkan pada ledua motor ini yang pertama Kawasaki Bajaj Pulsar 200NS spidometernya gabungan antara jarum dan digital. Jarumnya menunjukkan takometer, sedangkan fuel level indicator, speedometer, jam, side stand indicator, service reminder, odometer dan tripmeter disuguhkan dalam bentuk digital. Sisanya ada shift light, low battery indicator, coolant temperature indicator dan low oil pressure indicator.
Kemudian Spidometer TVS Apache sudah memakai full digital dengan fitur lengkap. Saat kunci kontak ON langsung disambut dengan kalimat; “wear your gear, race on”. Terlihat fiturnya ada spidometer, takometer, jam, posisi gigi, fuelmeter, odometer, tripmeter, lap timer, pencatat top speed dan shift light. Lampu utamanya automatic head lamp on (AHO) tapi dengan saklar lampu.
Saat posisi off dan lampu senja, lampu utama masih tetap menyala namun menjadi redup. Kemudian ada daytime running light (DRL) LED seperti alis, menyala sejak kontak on. Mesin berkapasitas 197,7 cc 4 langkah SOHC 4 klep sistem pengkabutan bensin injeksi close loop bikinan Bosch dengan throttle body 33 mm, sayangnya transmisi hanya sampai 5 percepatan saja.
Oil cooler, oil cooled combustion chamber dan ram assist air cooling duct sebagai tambahan sistem pendinginan pada mesin, maklum belum radiator beda dengan Pulsar 200NS. Fitur andalan yang bisa disematkan oleh TVS yaitu charger hp dalam bentuk colokan USB tetap ada mas Bro jadi nggak perlu bingung ngecharge hp atau bawa powerbank, posisinya berada di bawah jok depan. Lalu fitur double barrel yang menghasilkan suara ngebass saat knalpot digeber menjadi pemanis TVS Apache.
monggo silahkan pilih Kawasaki Bajaj Pulsar 200NS. Setiap produk tentu ada nilai plus dan minus tergantung seberapa bijak konsumen menjatuhkan pilihannya berdasarkan keperluan masing-masing. Terima kasih.

Iklan

3 thoughts on “Hasil komparasi TVS Apache RTR 200 4V dan Kawasaki Bajaj Pulsar 200NS berdasarkan Otomotifnet

Please insert your comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s